DAKWAH MULTIKULTURAL 2

 PENDEKATAN DAKWAH TERHADAP MASYARAKAT MULTIKULTURAL

BASIS DAN PENDEKATAN DAKWAH MULTIKULTURAL

Venna Narulita Rizqi

Komunikasi dan Penyiaran Islam

Fakultas Dakwah dan Komunikasi

B01219052@student.uinsby.ac.id

 

ABSTRACT

This article discusses the Bases and Approaches of Multicultural Da'wah. With the issues discussed; 1) How is the basis of multicultural da'wah. 2) How to Approach Multicultural Da'wah.

In this paper it is argued that da'wah is a contribution to world peace. Without differentiating and discrediting ethnicity, race and from the social environment where he comes from, the preaching will be seen well by the world and even other religions.

Keywords: Da'wah, Multicultural, Cross-Cultural

ABSTRAK

Artikel ini membahas tentang Basis dan Pendekatan Dakwah Multikultural. Dengan masalah yang dibahas; 1) Bagaimana Basis Dakwah Multikultural. 2) Bagaimana Pendekatan Dakwah Multikultural.

Dalam tulisan ini berpendapat bahwa dakwah merupakan kontribusi untuk perdamaian dunia. Dengan tanpa membedakan dan menyudutkan suku, ras dan dari lingkungan sosial mana dia berasal dakwah akan dipandang baik oleh dunia bahkan agama lain sekalipun.

Kata kunci: Dakwah, Multikultural, Lintas Budaya

PEMBAHASAN

Basis dakwah multikultural dikaji melalui telaah doktrin Islam yakni melalui perspektif tafsir agar diperoleh pandangan yang lebih holistik dari sudut Qur’ani. multikultural merujuk kepada konsep kebinekaan yang bersifat multi dimensi yang meliputi aspek bahasa, warna kulit, budaya, suku, etnis, bangsa, dan agama. Bila merujuk kepada Al-Qur’an, kita akan menemukan bahwa fakta multikultural umat manusia merupakan kehendak sekaligus sunnatullah bagi kehidupan umat manusia sepanjang sejarah.

Basis pemikiran dakwah multikultural sejatinya berangkat dari pandangan klasik dakwah kultural, yakni pengakuan doktrinal Islam terhadap keabsahan eksistensi kultur dan kearifan lokal yang tidak bertentangan dengan prinsip tauhid. Intinya, pendekatan multikulturalisme dalam dakwah berusaha untuk mencapai dua hal, yaitu titik temu dalam keragaman, dan toleransi dalam perbedaan.

Dakwah hanya terbatas pada media informatif. Kita hanya ingin mencoba bahwa “agama adalah pesan” (al-din-u alnashihah). Sampai di sini dakwah memiliki keterbatasan (untuk tidak mengatakan kelemahan), agar manusia berendah diri dan jauh dari kesombongan. Da‘i hanyalah perantara, penyampai tidak lebih dari itu.

Tugas Nabi Muhammad pun tidak lebih daripada menyampaikan, yaitu memberi tahu, memperingatkan, dan membimbing manusia. Keberhasilan atau kegagalan dakwah bukanlah tanggungjawabnya, melainkan tanggungjawab Allah. Allah lah yang menentukan, membimbing, atau membiarkan siapa saja yang dikehendakiNya. Dakwah tidak bisa meniscayakan agama yang beraneka ragam. Karena ada keanekaragaman itu, maka ada misi dakwah. Agama yang membawa misi kebahagiaan, memungkinkan menjadi sarang konflik tatkala tafsiran eksklusif muncul dari masing-masing agama.

Dakwah multikultural sejatinya berangkat dari pandangan klasik dakwah kultural, yakni pengakuan doktrinal Islam terhadap keabsahan eksistensi kulturdan kearifan lokal yang tidak bertentangan dengan prinsip tauhid. Hanya saja dakwah multikultural berangkat lebih jauh dalam hal intensitas atau keluasan cakupan kulturnya.

Pendekatan multikulturalisme mencoba melihat yang banyak itu sebagai keunikan tersendiri dan tidak seharusnya dipaksa untuk disatukan, tetapi tetap berjalan harmonis dalam keragaman. Intinya, pendekatan multikulturalisme dalam dakwah berusaha untuk mencapai dua hal, yaitu titik temu dalam keragaman, dan toleransi dalam perbedaan. Dakwah dengan pendekatan multikulturalisme adalah sebuah pemikiran dakwah yang concern pada penyampaian pesan-pesan Islam dalam konteks masyarakatplural dengan cara berdialog untuk mencari titik temu atau kesepakatan terhadap hal-hal yang mungkin disepakati, dan berbagai tempat untuk hal-hal yang tidak dapat disepakati.

Dakwah Multikultural memiliki lima pendekatan, yaitu:

  1. Pendekatan dakwah multikultural menilai bahwa dakwah tidak lagi secara eksplisit dimaksudkan untuk mengislamkan umat non muslim. Lebih dari itu, pendekatan dakwah multikultural menekankan agar target dakwah lebih diarahkan pada pemberdayaan kualitas umat dalam ranah internal,dan kerja sama serta dialog antar-agama dan budaya dalam ranah eksternal.
  2. Dakwah multikultural menggagas ide tentang kesetaraan hak-hak warga negara (civil right), termasuk hak-hak kelompok minoritas. Tujuan dari program dakwah ini, terutama dimaksudkan agar seluruh kelompok etnis dan keyakinan mendapat pengakuan legal dari negara dari satu aspek, dan bebasnya penindasan atas nama dominasi mayoritas dari aspek yang lain.
  3. Dakwah multikultural memilih untuk mengambil pendekatan kultural ketimbang harakah (salafi jahidy). Seperti telah disinggung, bahwa pendekatan multikultural sejatinya merupakan kelanjutan dari pendekatan dakwah kultural dengan perbedaan pada tingkat keragaman dan pluralitasnya. Dalam masyarakat multikultural, sepanjang terbebas dari kepentingan politik, keragaman keyakinan dan budaya itu sesungguhnya merupakan fakta yang dapat diterima oleh semua pihak. Adapun konflik yang sering terjadi antar-keyakinan dan agama, sejatinya adalah efek negatif dari perebutan kepentingan dalam ranah politik.
  4. Dakwah multikultural menggagas ide dialog antar-budaya dan keyakinan (intercultur-faith understanding). Dalam merespons fenomena globalisasi yang sedikit demi sedikit menghapus sekat-sekat antar-budaya dan agama sekarang ini.
  5. Melakukan reinterpretasi dan rekonstruksi paham Islam, sesuai dengan perkembangan masyarakat global-multikultural. Seperti telah disinggung, doktrin-doktrin Islam klasik seperti terkodifikasi dalam kitab-kitab yang sampai kepada kita sekarang ini adalah sebuah penafsiran Islam, dan bukan Islam itu sendiri. Karena ini, ia tidak tertutup tetapi terbuka untuk dikritisi dan ditafsir ulang. Penafsiran baru ajaran Islam itu harus berimbang, berpijak dari orisinalitas tradisi di satu pihak, tetapi harus terbuka kepada ide-ide perkembangan keilmuan kontemporer dipihak lain.

DAFTAR PUSTAKA

Zaprulkhan. 2017.”Mawa’izh Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan”. STAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung. Volume 8, No.1, https://media.neliti.com/media/publications/285130-dakwah-multikultural-10b0e37d.pdf. 29 Maret 2021.

Marfu’ah, Usfiyatul. Juli-Desember 2017. “Jurnal KPI Fakultas Dakwah dan Komunikasi. UIN Walisongo. Volume 2, No.02, https://www.researchgate.net/publication/330962262_STRATEGI_KOMUNIKASI_DAKWAH_BERBASIS_MULTIKULTURAL/fulltext/5c5d8dada6fdccb608b08408/STRATEGI-KOMUNIKASI-DAKWAH-BERBASIS-MULTIKULTURAL.pdf. 29 Maret 2021.

A. Ilyas Ismail dan Prio Hotman. Filsafat Dakwah: Rekayasa Membangun Agama dan Peradaban Islam. Jakarta: Kencana, 2011.

Komentar

Postingan Populer