AYAT AL-QUR'AN DAN URUTAN PENURUNAN AYAT
MAKALAH MATA KULIAH STUDI AL-QUR’AN
AYAT AL-QUR’AN DAN PENENTUAN
DOSEN PENGAMPU: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz M, Ag
ASISTEN DOSEN: Ati’ Nursyafa’ah M.Kom
DISUSUN OLEH:
VENNA NARULITA RIZQI
B01219052
PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
PROGRAM SARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2019
KATA PENGANTAR
Beribu-ribu rasa syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehinngga saya bisa menyelesaikan makalah ini pada waktu yang telah ditentukan. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW serta kepada selurh sahabat.
Sebagaimana mestinya makalah ini saya buat dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah studi al-Qur’an. Sebagaimana kita tahu bahwa al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang disetiap ayat sarat akan makna. Karena dalam makalah ini akan dibahas definisi ayat serta penentuan urutan.
Terima kasih saya ucapkan kepada Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag selaku dosen mata kuliah studi al-Qur’an, yang telah memberikan pengarahan dalam penyusunan makalah ini. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu selama pembuatan makalah ini.
Saya sadar akan kekurangan dalam makalah ini. Saya harap kritik dan saran yang membangun dari anda sekalian demi perbaikan masalah ini di masa mendatang. Semoga makalah ini memiliki manfaat bagi anda semua.
Surabaya, Agustus 2019
Venna Narulita Rizqi
DAFTAR ISI
KATA PENGANTARBAB I
Pengertian Ayat
BAB II
PENENTUAN URUTAN AYAT
A. Perbedaan Pendapat Tentang Ayat Pertama dan Terakhir yang Diwahyukan
B. Surat dan Ayat yang Terakhir Turun
C. Timbulnya perbedaan dalam penetapan Jumlah Ayat
D. Penghitungan Ayat al-Qur’an
E. Cara Mengetahui Ayat al-Qur’an
BAB III
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENGERTIAN AYAT
al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan melalui perantara nabi Muhammad SAW. Adapun isi dalam al-Qur’an merupakan ayat yang sarat akan makna. Kata ayat pun sering disebut dalam al-Qur’an.
Sedangkan kata (الاية) itu sendiri memiliki beberapa arti, yaitu sebagai berikut:
a. al-Mu’jizah, seperti dalam firman Allah SWT;
سَلۡ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ كَمۡ ءَاتَيۡنَٰهُم مِّنۡ ءَايَةِۢ بَيِّنَةٖۗ وَمَن يُبَدِّلۡ نِعۡمَةَ ٱللَّهِ مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَتۡهُ فَإِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ
Tanyakanlah kepada Bani Israil: "Berapa banyaknya tanda-tanda (kebenaran) yang nyata, yang telah Kami berikan kepada mereka". Dan barangsiapa yang menukar nikmat Allah setelah datang nikmat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya. (QS. AlBaqarah:211)
b. al-Alamah (tanda), seperti dalam firman Allah SWT:
وَقَالَ لَهُمۡ نَبِيُّهُمۡ إِنَّ ءَايَةَ مُلۡكِهِۦٓ أَن يَأۡتِيَكُمُ ٱلتَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةٞ مِّن رَّبِّكُمۡ وَبَقِيَّةٞ مِّمَّا تَرَكَ ءَالُ مُوسَىٰ وَءَالُ هَٰرُونَ تَحۡمِلُهُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لَّكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ
Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.
c. al-‘Ibrah (pelajaran), seperti dalam firman Allah SWT:
وَمِن ثَمَرَٰتِ ٱلنَّخِيلِ وَٱلۡأَعۡنَٰبِ تَتَّخِذُونَ مِنۡهُ سَكَرٗا وَرِزۡقًا حَسَنًاۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ
Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan. (QS. An-Nahl: 67)
d. Al-Amr al-‘ajib (suatu hal yang mengagumkan), seperti dalam firman Allah SWT:
وَجَعَلۡنَا ٱبۡنَ مَرۡيَمَ وَأُمَّهُۥٓ ءَايَةٗ وَءَاوَيۡنَٰهُمَآ إِلَىٰ رَبۡوَةٖ ذَاتِ قَرَارٖ وَمَعِينٖ
Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir.
e. Al-Burhan wa ad-Dalil ( bukti dan dalil), seperti daam firman Allah SWT:
وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦ خَلۡقُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفُ أَلۡسِنَتِكُمۡ وَأَلۡوَٰنِكُمۡۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّلۡعَٰلِمِينَ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
Menurut KBBI, definisi ayat sendiri adalah alamat atau tanda, beberapa kalimat merupakan kesatuan maksud sebagai bagian surah dalam kitab suci alQur’an, kenyataan yang benar atau bukti. Ayat kitabullah sendiri berarti bukti yang ada di dalam al-Qur’an.
Dan secara terminologis, para ulama memberi batasan ayat dengan sekelompok kata yang mempunyai permulaan dan akhir yang berada dalam suatu surat al-Qur’an. Batasan ini didukung oleh al-Qur’an sendiri yang mengungkapkan ayat dengan pengertian tersebut sehinngga makna etimologis tetap relevan dengan pengertian terminologis
Salah satunya adalah dalam surat Yusuf ayat 1:
“alif lam raa. Ini adalah ayat ayat kitab (al-Qur;an)yang nyata(dari Allah)”
Seperti halnya surat, panjang pendek ayat juga sangat beragam. Dalam beberapa surat, pada umumnya surat-surat panjang, ayat-ayat pun yang panjang dan menggugah. Sedangkan dalam surat-surat pendek ang terletak dibagian terakhir, surat-suratnya pun pendek, padat dan mengena. Namun, kenyataan seperti itu bukanlah aturan yang mutlak. Sebab, surat 98 atau surat al-Bayyinah berisi 6 ayat panjang untuk surat-surat yang bersamanya.
Demikian pula pada surat 26 atau surat al-Syu’ara yang tergolong surat yang panjang berisi lebih dari 100 ayat yang pendek-pendek. Pada ayat-ayat yang panjang yang terdapat juga pada surat
yang panjang, bentuk ungkapannya sangat beragam, tak dapat ditentukan mana yang baku, baik pada suku-suku kata atau tekanan. Pada umumnya akhiran-akhiran dari ayat-ayat tersebut adalah bunyi yang dibentuk dengan akhiran kata benda dan kata kerja bentuk jamak.
BAB II
PENENTUAN URUTAN AYAT
Secara umum dapat dinyatakan bahwa para ulama mengitungnya tidak kurang dari 6200 ayat. Tetapi, secara rinci mereka beda pendapat. Menurut ahli Syam 6226. Ahli Kuffah 6217, menurut penyelidikan Ibn Abbas 66166. Sementara yang lain menyatakan bahwa jumlah ayat-ayat alQur’an 6616, 6236 atau 63267.
Banyak dari pendapat ulama tentang masalah ayat apa yang pertama diturunkan dan apa yang terakhir kali.
Ayat al-Quran juga memiliki nada bunyi tertentu. Seperti pantun yang bersajak, al-Qur’an pun juga seperti itu. Seperti dalam ayat surat al-Fatihah, “bismillahir rahmaanir rahiim, alhamdu lillahi raabbil ‘aalamiin."
A. Perbedaan Pendapat Tentang Ayat Pertama dan Terakhir yang Diwahyukan
Ada empat pendapat yang berkembang tentang ayat pertama dan terakhir. Pendapat pertama oleh Manna al-Qattan sebagai pendapat terkuat yang mengatakan bahwa ayat al-Qur’an yang pertama kali turun adalah ayat 1-5 surat al-Alaq di Gua Hira.
Pendapat kedua adalah surat alMudatsir. Berdasarkan hadis dari Abu Salamah bin Abdurrahman ketika ditanya tentang ayat yang pertama diturunkan. Hadis ini juga diriwayatkan oleh dua syaikh ahli hadis.
Pendapat ketiga menyatakan bahwa ayat yang pertama turun adalah surat al-Fatihah.
Sedangkan pendapat keempat adalah bahwa basmalah sebagai ayat pertama karena kalimat basmalah adalah ayat awal senua surat.
Pendapat pertama lebih kuat karena Jabir menyangka bahwa surat al-Mudatsir adalah ayat alQur’an yang pertama turun. Surat
al-Mudatsir sendiri turun setelah peristiwa yang terjadi di Gua Hira.
Nabi melihat malaikat yang pernah datang kepadanya di langit. Karena ketakutan, ia segera meminta Khadijah untuk menyelimutinya kemudian turunlah ayat; “Wahai orang berselimut, bangkitlah lalu berilah peringatan”
Dari beberapa pendapat yang berkembang dapat dilihat bahwa ayat yang terakhir turun adalah:
a Surat al-Baqarah; 278, 281, 282
b Surat Ali Imran; 128
c Surat an-Nisa; 93, 176
d Surat al-Maidah; 3
e Surat at-Taubah; 128
B. Surat dan Ayat Terakhir yang Turun
Surat terakhir yang turun pun banyak khilafiyyah. Ada beberapa pendapat, yaitu:
a Al-Maidah; 3
b Al-Baqarah; 281, 282
c Ali-Imron; 195
d An-Nisa; 93, 176
e Akhir surat at-Taubah; 128-129
f Al-Kahfi; 110
g Dan masih banyak pendapat yang dipandang lemah
C. Timbulnya Perbedaan dalam Penetapan Jumlah Ayat
Ada beberapa sudut pandang tentang jumlah ayat al-Qur’an.
Pertama, terkait pola penghitungan yang digunakan. Dalam sisi penghitungan, ada pola hitung menurut pola penghitungan manual dan menurut kelompok serta pandangan individual ulama alQur’an.
Jika didihtung manual maka akan mendapat 6236 ayat. Namun bila mengikuti penghitungan kelompok Ahmadiyah, jumlah ayat keseluruhan adalah 6236+122=6358.
Banyaknnya ayat yang didapat kelompok Ahmadiyah dikarenakan kelompok mereka memasukkan basmalah sebagai satu ayat mandiri.
Sedangkan menurut Abi alHasan dalam kitab ‘Aqidah al-Naji’ halaman 99 jumlah ayat al-Qur’an adalah 6666 ayat.
Abi al-Hasan menggunakan perhitungan berdasarkan pengelompokan ayat. Kelompok ayat tentang amar makruf sebanyak 1000 ayat, nahi mungkar 1000 ayat, al-Wa’du 1000 ayat, al-Wa’idu 1000 ayat, ayat tentang perbandingan dengan sesuatu 1000 ayat, ayat tentang kisah dan khabar sebanyak 1000 ayat, ayat tentang halal dan haram sebanyak 500 ayat.
Kemudian ditambah lagi dengan ayat tentang tasbih sebanyak 500 ayat, dilengkapi pula ayat tentang nasikh dan mansukh sebanyak 66 ayat.
D. Cara Mengetahui Ayat al-Qur'an
Sebagian ulama berpendapat bahwa pengetahuan tentang ayat, ada yang sama’I, tauqify, dan ada juga yang qiyasiy.
Pangkalnya adalah pada fashilah, yakni kata terakhir suatu ayat, yang padanannya adalah sajak dalam prosa dan Qafiyan dalam syair.
Apa yang menurut riwayat selalu dibaca waqaf oleh nabi, maka kita nyatakan sebagai fashilah. Dan apa yang selalu nabi washal-kan, kita nyatakan sebagai bukan fashilah.
Serta apa yang kadangkadang nabi waqafkan dan kadang-kadang nabi washal-kan, maka ada dua kemungkinan.
Pertama, waqaf itu kemungkinan untuk menunjukkan fashilah, waqaf Tamm atau istirahat. Kedua, kemungkinan washal itu bukan fashilah, atau fashilah yang diwashalkan karena sebelumnya telah diperkenalkan. Dalam hal inilah qiyas memiliki peran, karena tidak mendatangkan penambahan ataupun pengurangan dalam al-Qur’an. Puncaknya adalah fashl dan washl.
Mengenai susunan surat-surat al-Qur’an, para ulama berbeda pendapat dalam tiga aqwal sebagai berikut:
a. Tauqifi
Susunan surat-surat al-Qur’an seluruhnya berdasarkan petunjuk dari Rasulullah seperti halnya susunan ayat-ayat. Tidak ada satu suratpun yang diletakkan pada tempatnya kecuali berdasarkan perintah nabi Muhammad. Susunan surat-surat al-Qur’an pada zaman nabi sama dengan susunan surat-surat al-Qur’an yang ada sekarang ini.
b. Ijtihadi atau Taufiqi
Susunan surat al-Qur`ān bukanlah tauqifi dari nabi Muhammad, tetapi hanyalah semata hasil ijtihadi para sahabat. Argument ini adalah Mushaf pribadi para sahabat berbeda susunan-susunan suratsuratnya sebelum disatukan pada zaman Khalifah Utsman
ibn Affan. Jika sekiranya susunan surat-surat itu berdasarkan petunjuk nabi tentu mereka tidak akan berbeda menyusunnya atau tidak akan mengabaikannya.
c. Tauqifi dan Ijtihadi
Susunan surat-surat al-Qur’an, sebagian berdasarkan petunjuk nabi Muhammad dan sebagian lagi hasil ijtihadi para sahabat. Pendapat ini mengkompromikan antara dalil-dalil tauqifi dan ijtihadi seperti yang sudah dikutip pada dua pendapat sebelumnya.
BAB III
PENUTUP
- KESIMPULAN
Tertib ayat-ayat di dalam surat-surat itu berdasarkan tauqifi dari Rasulullah dan atas perintahnya, tanpa diperselisihkan kaum muslimin.” As-Suyuthi memastikan hal itu, katanya Ijma’ dan nash-nash yang serupa menegaskan, tertib ayat itu adalah tauqifi tanpa diragukan lagi.
Telah menjadi Ijma’ dikalangan umat Islam bahwa urutan ayat al-Qur’an sebagaimana mushaf adalah berdasarkan Tauqifi. Artinya atas petunjuk nabi yang ia terima dari Allah lewat Jibril. Sebab setiap Jibril turun membawa ayat al-Qur’an ia meninjukkan kepada nabi ayat yang baru diterima itu kepada sahabat dan menyuruh para penulis wahyu untuk menuliskannya dan meletakannya dalam surat yang ditunjukkan
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Thib Raya, “al-Qur’an,” dalam
Ensiklopedi al-Qur’an Kajian Kosakata,
Al-Qaththan, Pengantar Studi Ilmu al-Qur’an,
Pustaka al-Kautsar
Ali Aziz, Moh. 2019. Mengenal Tuntas alQur’an.
Surabaya : Imtiyaz
Amroeni Drajat. 2017. Ulumul Qur’an ;
Kencana Prenamedia
Hasani Ahmad Said. 2014. Diskursus Munasabah al-Qur’an ; Mengungkap Tradisi Tafsir Nusantara ; Tinjauan Kritis terhadap Konsep dan Penerapan Munasabah dalam Tafsir al-Misbah, Jakarta : Lectura Press
Muhammad Amin Suma, Studi Ilmu alQur’an (1), Jakarta :
Pustaka Firdaus


BalasHapusAlhamdulillah dapat ilmu lagi semoga selalu semangat dan jan lupa share
Barakallah, sangat bermanfaat bagi saya yg masih awan mengenai penentuan urutan ayat tapi masih perlu diperbaiki penulisannya. Semoga bermanfaat juga bagi pembaca lainnya. Aamin
BalasHapusSemoga bermanfaat ilmunya. Tetep semangatt yah
BalasHapusTrimakasii sangat bermanfaat sekali ilmunya, lanjut teruss :)
BalasHapusWeeh, sangat membantu kor :v
BalasHapussangat bermanfaat sekali. semoga kedepannya bisa lebih baik lagi. THANK YOU 🌈🌈🌈
BalasHapusMasyaa Allah, sangat membantu sekali makalah nya, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi dan semangaaatt nulisnya agar manfaat nya bisa dirasakan oleh yang lain 😍
BalasHapusBarakallah bermanfaat sekali dengan penjelasannya yg singkat dan design menarik, sukses selaluu
BalasHapussangat memvantu sekaki untuk tugas kukiah ku sebagai tambhan materi, semoga bisa ditingkatkan lg yah
BalasHapusby bella
Mantap kak, makalahnya membantu banget buat tugas saya, terima kasih kak
BalasHapusMasyaallah, Menambah ilmu Pengetahuan. Semoga bermanfaat dan barakah untuk kita semua. Aamiin Allahhumma Aamiin. Dan selalu semangat
BalasHapuskeren banget vee, alhamdulillah bisa menambah ilmu, semoga pembaca lain juga bisa memetik manfaat dari makalah yang dibuat,semoga pemakalah bisa belajar lebih banyak lagi, dalam rangka menambah wawasan agar lebih berilmu
BalasHapusAlhamdulillah.. ilmu yang bermanfaat.. kalau bisa lagi ya..
BalasHapusMakalahnya sudah bagus semoga bermanfaat untuk para pembaca dan diri sendiri.. Dan semoga untuk selanjutnya bisa lebih baik lagii.. Semangatt veve🤣
BalasHapusWaahh karya tulisnya mantab mudah dipahami, ditunggu karya selanjutnya, semangatt
BalasHapusWadidaw.. Makaslah mudah di mengerti.. Bikin naghi pembacanya .. Maunya pengen2 baca terus sama makalah.. :-):-):-):-)
BalasHapusAlhamdulillah.Barakallah terimakasih atas ilmunya semoga bermanfaat dan lebih baik kedepannya😊
BalasHapusAlhamdulillah semoga bisa bermanfaat untuk kedepannya
BalasHapusSangat membantu sekali👌
BalasHapusAlhamdulillah makalahnya sudah bagus..... Tetap semangat yaa... Dan jangan lupa terus berdo'a, tapi jika Tuhan belum menjawab do'a mu, bersabarlah dan ingat bukan cuma kamu yang berdo'a😊😇
BalasHapusAlhamdulillah, isi sangan bermanfaat semangat untuk kedepannya semoga bisa membatu lainnya dalam mengerjakan tugas, semangat💙
BalasHapusSemangat ukhti, ini sangat membantu sekali untuk pembelajaran. Semoga sukses untuk kedepannya
BalasHapusMaterinya bagus, bisa buat referensi dan dapat wawasan ilmu baru tentang ayat" alquran
BalasHapusAlhamdulillah, dapat ilmu baru. Ini sanhat membatu sekali. Terimakasi banyak😘
BalasHapusS3mangat terus untuk membagi ilmu kepada kawan kawan. Ini sangat membantu
BalasHapusAlhamdulillah dapat ilmu baru, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua aamiin aamiin yaallah
BalasHapusFaedah banget , sangat berguna, smoga ada balasannnga
BalasHapusSangat bermanfaat makalah nya tetap semangatt
BalasHapusSangat membantu. Lanjutkan dan tetap semangat dalam berkarya. Di tunggu karya selanjutnya
BalasHapusSemangat ve... insyaallah bermanfaat bagi semua
BalasHapus
BalasHapusUkir terus potensimu karyamu semoga barokah ilmunya dan tetap rendah hati
مع النجاح😌
BalasHapusMoga menjadi berkah ilmunya🙏
Barokallah
BalasHapusSangat bermanfaat
Mudah mudahan tambah baik kedepannya
Sukses dan semangat selalu☺️
alhamdulillah...materi yang disampakan menambah pengetahuan saya, semoga bermanfaat bagi semua orang :))
BalasHapusSubhanallah,sangat membantu saya untuk menambah ilmu pengetahuan saya.semoga bermanfaat bagi kita semua.dan lebih baik lagi untuk berikutnya.
BalasHapusAlhamdulillah dapat ilmu pengetahuan baru, semoga bermanfaat bagi semua orang. Sukses buat kedepannya
BalasHapusSangat bermanfaat sekali tulisannya. Menambah wawasan saya ttg al quran. Terima kasih banyak❤
BalasHapusSangat bermanfaat, dan bisa dijadikan referensi pembelajaran. Semangat
BalasHapus
BalasHapusTerima kasih karena sudah membagi ilmunya ... Postinganya Sangat bermanfaat .. semangat terus 😃
Terima kasih karena sudah membagi ilmunya ... Postinganya Sangat bermanfaat .. semangat terus 😃
BalasHapusSngat membantu sekali kak, semoga bermanfaat bagi orang yang membacanya
BalasHapusTerima kasih atas materi yang diberikan, penyampaian yang lugas sangat membantu
BalasHapussemoga bisa lebih maju kedepannya. GANBATTE
Materi sudah bagus dan menarik apabila dibaca lebih lanjut. Terus kembangkan dan jangan mudah menyerah, semangat!
BalasHapusDesign web cukup minimalis, tidak terlalu ramai, penyampaan materi juga bagus.
BalasHapusSEMANGAT!
Lebih banyak belajar agar bisa membuat isi blog nan bagus seperti ini, jangan mudah menyerah, terima kritik dan saran dengan lapang hati
BalasHapusFIGHTING \'-'/
isi makalah sudah bagus, web juga menarik, penyampaian lugas dan mudah dipahami
BalasHapuslanjutkan perjuanganmu. semangaat🎆🎆🎆🎆🎆🎆🎆🎆
tabarakallah
BalasHapussudah bagus dalam penyampaian materi, tidak berbelit dan mudah untuk dipahami
syukron♥♥
alhamdulillah sudah bisa membuat sebuah bloh yang bermanfaat, semoga diberi kemudahan dalam menjalankan mata kuliah ini
BalasHapustabarakallah💖