TINDAKAN SOSIAL
TEORI TINDAKAN
SOSIAL
Venna Narulita
Rizqi
Program Studi
Komunikasi dan Penyiaran Islam
Fakultas Dakwah
dan Komunikasi, UIN Sunan Ampel Surabaya
E-mail:
wendyson714@gmail.com
ABSTRAK
Tindakan
adalah suatu perbuatan, perilaku, atau aksi yang dilakukan oleh manusia
sepanjang hidupnya guna mencapai tujuan tertentu. Sosial adalah merupakan
bagian yang tidak utuh dari sebuah hubungan manusia sehingga membutuhkan
pemakluman atas hal-hal yang bersifat rapuh di dalamnya. Sedangkan tindakan
sosial merupakan salah satu konsep penting dalam ilmu sosial. Sebuah tindakan
sosial akan terjadi apabila seseorang melakukan sebuah interaksi atau
berkomunikasi satu sama lain.
Kata
Kunci: Tindakan Sosial, Komunikasi Masyarakat
PEMBAHASAN
Tindakan
sosial pasti berkaitan dengan komunikasi. Syarat terjadinya sebuah tindakan
adalah adanya komunikasi yang didorong oleh gestur tubuh. Komunikasi atau
interaksi yang terjadi di masyarakat menciptakan tindakan sosial yang sangat
berpengaruh di masyarakat. Beberapa tindakan akan mengekspresikan apa yang
dirasakan pelaku. Biasanya juga memiliki fungsi bagi orang-orang sekitarnya.
Titik fokus perhatiannya terletak pada hubungan dan pola interaksi, yaitu
bagaimana pola tersebut bertumbuh kembang, bagaimana mereka dipertahankan dan
juga bagaimana mereka berubah.
Dalam analisisnya, Tellcott Parson memiliki inti
pemikiran bahwa tindakan sosial itu:
1. Diarahkan pada tujuan atau (memiliki
suatu tujuan)
2. Terjadi dalam suatu situasi, yang
beberapa elemennya sudah pasti
3. komponennya adalah tujuan, sifat, kondisi
dan norma
Max Weber mengatakan, individu manusia dalam
masyarakat merupakan aktor yang kreatif dan realitas sosial bukan merupakan
alat yang statis dari pada paksaan fakta sosial. Artinya tindakan manusia tidak
sepenuhnya ditentukan oleh norma, kebiasaan, nila, dan sebagainya yang tercakup
di dalam konsep fakta sosial. Walaupun pada akhirnya Weber mengakui bahwa dalam
masyarakat terdapat struktur sosial dan pranata sosial.
Max Weber menempatkan paradigma definisi sosial
sebagai eksemplar. Menurutnya, terdapat empat tipe tindakan sosial.
1. Tindakan
rasional
Tindakan ini disebut juga
tindakan instrumental bertujuan. Kata ”rasional” mengandung makna implisit
logis dan instrumental untuk mencapai tujuan.
Sebagai contoh, kamu
memilih naik ojek untuk ke kantor daripada angkutan umum lainnya karena ojek
bisa menerobos gang-gang sempit agar kebih cepat sampai. Ketika kamu bangun
kesiangan, dalam pikiranmu muncul ojek sebagai alternatif transportasi.
Akhirnya kamu memutuskan memilih naik ojek supaya tidak terlambat. Keputusan
naik ojek dalam situasi demikian adalah contoh tindakan sosial intrumental
bertujuan. Tujuannya jelas; agar tidak terlambat.
2. Tindakan
berorientasi nilai
Tindakan ini dilakukan
dengan pertimbangan nilai. Artinya individu yang bertindak mengutamakan apa
yang dianggap baik, lumrah, wajar atau benar dalam masyarakat di atas tujuan
individual.
Sebagai contoh, kamu
memilih makan dan minum dengan tangan kanan ketimbang tangan kiri. Ketika
sedang dalam jamuan makan malam dengan pejabat, kamu memilih makan dengan
sendok. Keputusan untuk makan dan minum dengan tangan kanan atau dengan sendok
didasarkan atas pertimbangan nilai.
3. Tindakan
afektif
Tipe tindakan ini
didasarkan atas keterlekatan emosional. Emosional di sini harus ditegaskan
berbeda dengan rasional.
Sebagai contoh, seseorang
yang menangis ketika mendengar lagu sedih. Tindakannya berupa menagis dilakukan
spontan begitu saja ketika mendengarkan lagu. Menangis dalam contoh ini
merupakan bentuk tindakan afektif.
4. Tindakan
tradisional
Tipe tindakan ini
menggunakan tradisi, custom, adat atau kebiasaan masyarakat sebagai
pertimbangannya. Biasanya tindakan tradisional dilakukan tanpa perencanaan.
Sebagai contoh, beberapa
kelompok masyarakat muslim di Jawa menyelenggarakan tahlilan rutin setiap malam
jumat. Upacara-upacara adat untuk memperingati keluarga yang sudah meninggal
dilakukan oleh beberapa suku di Indonesia dengan cara yang berbeda-beda.
Weber menemukan bahwa
tindakan sosial tidak selalu memiliki dimensi rasional tetapi terdapat berbagai
tindakan non rasionaal yang dilakukan oleh orang, termasuk kaitannya dalam hidup
seperti politik, sosial, dan ekonomi. Tindakan sosial dari berbagai individu
mengonstruksi suatu bangunan dasar bagi struktur-struktur sosial yang lebih
besar, salah satunya adalah kewenangan.
Bertolak dari konsep
dasar tentang tindakan sosial dan antar hubungan sosial itu Weber mengemukakan
lima ciri pokok yang menjadi sasaran penelitian sosiologi yaitu:
1. Jika tindakan manusia itu menurut aktornya mengandung makna
subjektif dan hal ini bisa meliputi
berbagai tindakan nyata.
2. Tindakan
nyata itu bisa bersifat membatin sepenuhnya.
3. Tindakan itu
bisa berasal dari
akibat pengaruh positif
atas suatu situasi, tindakan yang
sengaja diulang, atau tindakan dalam
bentuk persetujuan secara diam-diam dari pihak mana pun.
4. Tindakan itu
diarahkan kepada seseorang
atau kepada beberapa individu.
5. Tindakan itu memperhatikan tindakan orang lain dan
terarah kepada orang lain
itu.
KESIMPULAN
Semua komunikasi yang kita lakukan dengan lawan jenis
akan berujung tindakan sosial. Semua itu memiliki bentuk dan makna yang berbeda
di setiap tindakannya. Teori tindakan sosial yang disampaikan Max Weber dan
Tellcot memiliki kegunaan dan maksud yang berbeda. Tindakan sosial menjadi
suatu hal yang mampu membuat suatu masyarakat menjadi sebuah lingkup.
DAFTAR
PUSTAKA
Dr. Syamsuddin AB,. S.Ag,.M.Pd. Pengantar Sosiologi
Dakwah. Jakarta : KENCANA, 2016
Prof. Dr. Damsar. Pengantar Teori Sosiologi. Jakarta : KENCANA,
2017
Janu Murdiyatmoko. Sosiologi: Memahami dan Mengkaji
Masyarakat. Jakarta : Grafindo Media Pratama

Komentar
Posting Komentar