DAKWAH MULTIKULTURAL 3

 

TUJUAN, FUNGSI DAN PERANAN DAKWAH DALAM KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

Venna Narulita Rizqi

Komunikasi dan Penyiaran Islam

Fakultas Dakwah dan Komunikasi

B01219052@student.uinsby.ac.id


ABSTRACT

This article discusses the Purpose, Function and Role of Da'wah in Intercultural Communication. With a discussion of the problem; 1) What is da’wah communication. 2) The social meaning and cultural function of language. 3) What is cross cultural communication. 4) The purpose and function of cross cultural communication.

In this paper it is argued that da'wah is not only carried out in one group, but also in many groups such as intercultural in Indonesia and even throughout the world. Da'wah like this is quite effective in people who are thick with ancestral traditions and culture. Da'wah will also be viewed favorably by the surrounding community because it uses an approach that does not offend their culture.

Keywords: Da'wah, Communication, Multicultural, Intercultural

ABSTRAK

Artikel ini membahas tentang Tujuan, Fungsi dan Peranan Dakwah dalam Komunikasi Antar Budaya. Dengan pembahasan masalah; 1) Apa itu komunikasi dakwah. 2) Arti sosial dan fungsi budaya dari bahasa. 3) Apa itu komunikasi lintas budaya. 4) Tujuan dan fungsi komunikasi lintas budaya.

Dalam tulisan ini berpenapat bahwa dakwah tidak hanya dilakukan dalam satu golongan, tapi juga banyak golongan seperti antarbudaya yang ada di Indonesia bahkan seluruh dunia. Dakwah seperti ini cukup efektif dilakukan pada masyarakat yang kental akan tradisi dan budaya leluhur. Dakwah juga akan dipandang baik oleh masyarakat sekitar karena memakai pendekatan yang tidak menyinggung budaya mereka.

Kata kunci: Dakwah, Komunikasi, Multikultural, Antar Budaya

PEMBAHASAN

Komunikasi dakwah menurut Wahyu Ilahi adalah proses penyampaian informasi atau pesan dari seseorang atau sekelompok orang kepada lainnya yang bersumber dari al-Qur’an dan hadis dengan menggunakan lambang, dengan tujuan untuk merubah sikap, pendapat atau perilaku orang lain sesuai ajaran Islam baik itu melalui media atau lisan. Dakwah dalam literatur Islam komunikasi dakwah dipahami sebagai ajakan kepada manusia ke jalan tuhan berdasarkan ayat al-Qur’an surat an-Nahl ayat  125.

Kita mengenal bahasa untuk bisa dijadikan pengantar dakwah. Banyaknya budaya di Indonesia tentu saja membuat banyak nya bahasa yang ada. Bahasa sendiri memiliki tiga fungsi utama, yaitu fungsi ideasional, fungsi interpersonal, dan fungsi tekstual. Fungsi yang pertama yakni sebagai komunikasi atau pertukaran komunikasi. Bahasa merupakan sarana yang digunakan untuk menyampaikan maksud, pikiran, ide maupun perasaan kepada orang lain.

Bahasa memungkinkan manusia untuk menyampaikan informasi dan meneruskan informasi tersebut dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui ungkapan secara tertulis. Bahasa juga dapat mempengaruhi arah perilaku manusia. Dalam dakwah, fungsi ini juga memudahkan pemahaman antara da’i dengan mad’u. Fungsi bahasa yang kedua adalah sebagai penunjuk identitas. Beberapa negara sangat bangga dengan bahasa yang mereka miliki, seperti Perancis dengan bahasanya yang dianggap sebagai salah satu bahasa romantis. Lalu ada juga Korea, Thailand atau Vietnam, dan Jepang yang bangga dengan bahasa mereka sendiri.

Fungsi yang ketiga adalah sebagai pemersatu. Ketika kita memiliki bahasa yang sama, maka kita akan merasa sebagai satu masyarakat yang berasal dari satu wilayah yang sama atau memiliki kesamaan satu sama lain. Dalam dakwah juga seperti itu, apabila mad’u memiliki bahasa yang sama dengan da’i maka mereka merasa berada dalam satu kesatuan.

Secara umum tujuan komunikasi antarbudaya antara lain untukmenyatakan identitas sosial dan menjembatani perbedaan antarbudaya melaluiperolehan informasi baru, mempelajari sesuatu yang baru yang tidak pernah adadalam kebudayaan, serta sekedar mendapatkan hiburan atau melepaskan diri. Menurut tujuan dan fungsi, komunikasi lintas budaya bersifat kognitif dan afektif yaitu mempelajari komunikasi yang membuat seseorang mampu menerima gaya dan isi komunikasi itu sendiri.

Dalam segi fungsi dakwah adalah ilmu yang mengkaji tentang mengajak umat manusia kepada jalan Allah yang kemudian dikembangkan dan dibangun dengan metode ilmiah, sehingga dapat berfungsi memahami, memprediksi dan menjelaskan berbagai fenomena yang terkait dengan dakwah.

Tujuan komunikasi dakwah lintas budaya dengan menggunakan metode dakwah yang tidak menghapus budaya atau tradisi lama menjadikan diterimanya ajaran Islam di tengah masyarakat. Islam menjadi lebih fleksibel dan mudah diterima seluruh lapisan masyarakat meski memiliki perbedaan.

Fungsi dakwah komunikasi lintas budaya yang pertama mengajarkan dan mengenalkan nilai-nilai ajaran Islam kepada budaya masyarakat, yang kedua menjelaskan secara sistematis fenomena yang berkembang berkaitan dengan proses dakwah, yang ketiga menjadi perantara dalam proses komunikasi antarbudaya, yang keempat mengawasi praktik komunikasi antarbudaya antara komunikator dan komunikan yang berbeda kebudayaan dakwah sebagai suatu variabel dan problematika kehidupan sosial.

Maka keberadaan dakwah dalam suatu komunikasi dapat dilihat dari sisi dan peran dalam mempengaruhi perubahan sosial tersebut dakwah dalam komunikasi lintas budaya bertujuan dan berfungsi untuk dapat mencegah terjadinya konflik keagamaan dalam masyarakat serta pesan dakwah yang menyampaikan nilai ketuhanan sejatinya harus memakai nilai-nilai toleransi persaudaraan dan sebagai internal umat beragama serta sebagai upaya demi terciptanya kerukunan antar umat beragama.

DAFTAR PUSTAKA

Ilahi Wahyu. 2010. Komunikasi Dakwah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Devianty Rina. Juli-Desember 2017. “Bahasa Sebagai Cermin Kebudayaan”. Jurnal Tarbiyah UINSU Medan. Volume 24, No.2. https://cutt.ly/scTXs88 diakses pada 5 April 2021

Wiratno Tri dan Santosa Riyadi. Pengantar Linguistik Umum “Bahasa, Fungsi Bahasa dan Konteks Sosial”

 

Komentar

Postingan Populer