DAKWAH MULTIKULTURAL 7
Aktivitas Komunikasi Lintas Budaya
Verbal dan Non Verbal dalam Ilmu ad-Dakwah
Venna Narulita Rizqi
Komunikasi dan Penyiaran Islam
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
B01219052@student.uinsby.ac.id
ABSTRACT
This
article discusses Verbal and Non Verbal Cross-Cultural Communication Activities
in Ad-Dakwah Science.
This
paper argues that da'wah has a communication pattern that can be done by
everyone. Cultural differences are not a barrier to communication. Verbal and
non-verbal can also be applied in the delivery of da'wah.
Keywords:
Da'wah, Communication, Intercultural, Nation, Verbal, Non-verbal
ABSTRAK
Artikel
ini membahas tentang Aktivitas Komunikasi Lintas Budaya Verbal dan Non Verbal
dalam Ilmu ad-Dakwah.
Dalam
tulisan ini berpendapat bahwa dakwah memilii pola komunikasi yang dapat
dilakukan semua orang. Perbedaan budaya tidak menjadi penghalang adanya
komunikasi. Verbal dan non verbal juga dapat diterapkan dalam penyampaian
dakwah.
Kata
kunci: Dakwah, Komunikasi, Antarbudaya, Bangsa, Verbal, Non verbal
PEMBAHASAN
Komunikasi
merupakan suatu proses yang dinamis yang dilakukan manusia melalui perilaku
yang berbentuk verbal dan nonverbal yang dikirim, diterima, dan ditanggapi
orang lain.[1] Proses
itu meliputi informasi yang disampaikan tidak hanya lisan dan tulisan, tetapi
juga dengan bahasa tubuh, gaya maupun penampilan diri, atau menggunakan alat bantu
di sekeliling kita untuk memperkaya sebuah pesan.[2]
Dalam hal ini, paling tidak ada tiga unsur sosial yang berhubungan persepsi,
proses verbal dan proses nonverbal. Kedalam persepsi yang dibentuk terhadap
orang lain ketika berkomunikasi terdapat tiga unsur yang mempunyai pengaruh
besar dan langsung atas makna-makna yang dibangun yaitu, pertama sistem-sistem
kepercayaan, nilai, dan sikap. Kedua,pandangan dunia (world view) dan yang
ketiga, organisasi sosial.[3]
Ketika ketiga unsur ini mempengaruhi persepsi manusia dan makna yang dibangun dalam
persepsi maka unsur-unsur tersebut mempengaruhi aspek-aspek makna yang bersifat
pribadi dan subyektif.
Setiap kelompok
etnik memiliki keterikatan etnik yang sangat tinggi melalui sikap
etnosentrisme. Etnosentrisme membimbing paraanggotanya untuk memandang
kebudayaan mereka sebagai yang terbaik,terunggul daripada kebudayaan orang
lain. Sikap etnosentrisme itu berbentuk prasangka, stereotip, jarak sosial dan
diskriminasi terhadap kelompok lain.[4]
Sama halnya dengan komunikasi, dakwah juga merupakan sebuah proses pertukaran
informasi, gagasan, dan perasaan yang dilakukan pelaku dakwah (da‟i) melalui
perilaku yang berbentuk verbal dan nonverbal yangdikirim (oleh da‟i) dan
diterima dan ditanggapi oleh objek dakwah (mad‟u).
Komunikasi
Verbal
Komunikasi
verbal yaitu komunikasi yang mengerakkan simbol-simbol atau kata-kata, baik
dinyatakan secara lisan maupun secara tulisan. Simbol verbal bahasa merupakan
pencapaian paling impresif. Menurut Paulette J. Thomas, komunikasi verbal
adalah penyampaian dan penerimaan pesan dengan menggunkan lisan dan tulisan. Lambang
verbal adalah semua lambang yang digunakan untuk menjelaskan pesan dengan
memanfaatkan kata-kata (bahasa).[5]
Dalam dakwah komunikasi verbal dapat dilangsungkan dengan diskusi dan
lain-lain.
Komunikasi vernal
dapat dibedakan atas komunikasi lisan dan tulisan. Komunikasi lisan dapat
mendefinisikan sebagai proses dimana seseorang berbicara, berinteraksi secara
lisan dengan mendengar untuk mempengaruhi tingkah laku penerima. Sedangkan komunikasi
tulisan adalah penjelasan yang disampaikan dengan simbol.
Komunikasi Non
Verbal
Komunikasi non
verbal dan verbal saling bekerja dalam proses komunikasi. Komunikasi non verbal
adalah penciptaan dan pertukaran pesan dengan menggunakan gerak tubuh, sikap
tubuh, vokal bukan kata-kata, kontak mata, ekspresi muka, kedekatan jarak, dan
sentuhan. Atau dapat juga dikataan bahwa semua kejadian di sekeliling situasi
yang tidak berhubungan dengan kata-kata yang diucapkan atau dituliskan.[6]
Komunikasi non
verbal sebagai proses pertukaran pikiran dan gagasan dimana pesan yang
disampaikan berupa isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata, gerakan tubuh,
sentuhan dan diam. Komunikasi verbal juga dapat diartikan sebagai komunikasi tanpa
kata-kata.
[1]
Alo Liliweri, Makna Budaya Dalam Komunikasi Antarbudaya, Yogyakarta: LkiS,
2003,cet I, hlm 162
[2]
Ibid, hlm. 3
[3]
Richard E.Porter dan Larry A, Samovar, “ Suatu Pendekatan Terhadap
KomunikasiAntarbudaya”, dalam Deddy Mulyana dkk (Ed.), Ibid, hlm 25-26
[4]
Alo Liliweri, Op.Cit, hlm. 169
[5]
A.W. Widjaya, Komunikasi Hubungan Manusia, h. 10
[6]
Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi Pengantar, h.97

Komentar
Posting Komentar